10 Contoh Majas Sinestesia Singkat Beserta Arti dan Penjelasannya
10 Contoh Majas Sinestesia Singkat Beserta Arti dan Penjelasannya

10 Contoh Majas Sinestesia Singkat Beserta Arti dan Penjelasannya

Posted on

TombolEnter.com – Majas sintetik adalah kalimat yang mengubah arti kata yang disebabkan oleh pertukaran tanggapan antara 2 indera yang berbeda. Untuk lebih jelasnya simak pembahasan kami tentang contoh majas sinestesia singkat beserta arti dan penjelasannya berikut ini.

Definisi bahasa kiasan sinestesia

Sinestesia bahasa kiasan atau kalimat sinestesia adalah kalimat yang mengubah arti kata yang disebabkan oleh pertukaran tanggapan antara dua arti yang berbeda. Misalnya, dalam indera pendengaran dengan indra peraba atau indra perasa dengan indra penglihatan.

Contoh Gambar Sintetis

Berikut ini adalah beberapa contoh majas sinestesia, dalam sebuah kalimat, antara lain:

Contoh 1:

C. Ronaldo melepaskan operan manis kepada Marcelo yang dengan mudah mencetak gol ke gawang Chelsea dalam ajang Piala FA yang digelar di Camp Nou, Madrid.

Penjelasan :

“Umpan manis” dalam kalimat ini pada dasarnya adalah umpan yang kita lihat, bukan umpan yang kita cicipi atau cicipi dengan lidah. Jadi telah terjadi pertukaran tanggapan antara indera penglihatan (mata) dan indera pengecap (lidah).

Contoh 2:

Wajah sang ayah langsung cemberut setelah mendengar kabar anaknya hamil di luar nikah.

Penjelasan :

“Wajah khawatir” dalam kalimat ini pada dasarnya adalah wajah yang kita lihat, bukan wajah yang kita cicipi dengan indera perasa (lidah). Jadi dalam kalimat tersebut terjadi pertukaran tanggapan antara indera penglihatan (mata) dan indera pengecap (lidah).

Contoh 3:

Dinda pernah dikecewakan oleh pacarnya, oleh karena itu sekarang Dinda bersikap dingin kepada setiap pria yang mencoba mendekatinya.

Penjelasan :

Menjadi dingin dalam kalimat ini pada dasarnya adalah sikap yang kita lihat, bukan sikap yang kita rasakan dengan kulit kita (rasa dan rasa).

Contoh 4:

Apa yang Anda katakan benar-benar buruk untuk didengar!

Penjelasan :

“Tidak enak didengar” dalam kalimat ini pada dasarnya adalah ujaran yang kita dengar, bukan sesuatu yang kita cicipi dengan lidah (Indra Taste). Bu, telah terjadi pertukaran antara indera pendengaran (telinga) dan indera perasa (lidah).

Contoh 5:

Saat ini banyak remaja putri mengalami pelecehan seksual setelah terbuai rayuan manis dari pria yang baru dikenalnya.

Penjelasan :

“Rayuan Manis” dalam kalimat tersebut pada dasarnya adalah rayuan yang kita dengar, bukan rayuan yang kita cicipi dengan lidah. Dengan demikian, telah terjadi pertukaran tanggapan antara indera pendengaran (telinga) dan indera pengecap (lidah).

Contoh 6:

Setelah mengetahui fakta bahwa suaminya berselingkuh dengan wanita lain, Bu Susi kemudian melontarkan kata-kata kasar kepada nyonya suaminya.

Penjelasan :

Kata “pedas” dalam kalimat ini pada dasarnya adalah kata yang kita dengar, bukan kata yang kita cicipi dengan lidah (Sense of taste). Dengan demikian, telah terjadi pertukaran tanggapan antara indera pendengaran (telinga) dan indera pengecap (lidah).

Contoh 7 :

Dinda membawakan puisi indah untuk kekasihnya Ilham sebelum Ilham berangkat ke Mesir untuk melanjutkan studinya.

Penjelasan :

“Puisi Indah” dalam kalimat tersebut pada dasarnya adalah puisi yang kita dengar, bukan puisi yang kita lihat dengan mata kita (indera penglihatan). Dengan demikian, telah terjadi pertukaran tanggapan antara indera pendengaran (telinga dan indra penglihatan (mata).

Contoh 8 :

Orang tua tidak boleh berbicara kasar kepada anaknya jika tidak ingin anaknya berbicara kasar karena meniru orang tuanya.

Penjelasan :

“Berbicara Secara Kasar” dalam kalimat ini pada dasarnya adalah percakapan yang kita dengar dengan telinga kita, bukan percakapan yang kita sentuh dengan kulit kita. Dengan demikian, terjadi pertukaran tanggapan antara indera pendengaran (telinga) dan indra peraba (kulit).

Contoh 9 :

Masakan istri saya sangat harum sehingga membuat saya semakin lapar dan ingin segera mencicipinya.

Penjelasan :

“Baunya enak” dalam kalimat ini pada dasarnya adalah bau yang kita cium dengan hidung kita, bukan bau yang kita cicipi dengan lidah kita. Dengan demikian, telah terjadi pertukaran tanggapan antara indera penciuman (hidung) dan indera perasa (lidah).

Contoh 10:

Joni, siswa SMP Bunga Mawar, melontarkan kritik tajam, salah satunya gurunya yang sering datang terlambat, setelah itu dipanggil oleh guru BP dan dihukum.

Penjelasan :

“Kritik Tajam” dalam kalimat ini pada dasarnya adalah kritik yang kita dengar, bukan kritik yang kita sentuh dengan kulit kita. Dengan demikian, telah terjadi pertukaran tanggapan antara indera pendengaran (telinga) dan indra peraba (kulit).

Apa itu majas sinestesia?

Berikan contoh majas sinestesia?

Contoh: Seorang siswa melontarkan kritik tajam kepada gurunya yang sering datang terlambat, setelah itu ia dipanggil oleh guru BP lalu dihukum

Penjelasan :

“Kritik Tajam” dalam kalimat ini pada dasarnya adalah kritik yang kita dengar, bukan kritik yang kita sentuh dengan kulit kita. Dengan demikian, telah terjadi pertukaran tanggapan antara indera pendengaran (telinga) dan indra peraba (kulit).

Demikian pembahasan kita tentang Contoh Majas Sinestesia. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *