InvestasiKu Menjelaskan Pentingnya Berinvestasi Sejak Usia Muda
InvestasiKu Menjelaskan Pentingnya Berinvestasi Sejak Usia Muda

InvestasiKu Menjelaskan Pentingnya Berinvestasi Sejak Usia Muda

Posted on

TombolEnter.com – Investasi adalah sesuatu yang mulai disukai banyak orang Indonesia, terutama kaum milenial. Hal ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang mulai berinvestasi baik reksa dana maupun saham. Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan menyebut jumlah investor di pasar modal Indonesia sudah menembus angka 9 juta hingga Juni 2022.
My Investment Group Head Firman Marihot, CFP mengatakan, investasi bisa menjadi alat yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masa depan. Jadi, lebih baik mulai berinvestasi sejak dini.

Dijelaskannya, ada berbagai alasan mengapa anak muda perlu berinvestasi. Antara lain, untuk mengalahkan laju inflasi dan menghadapi berbagai ketidakpastian kondisi perekonomian.

“Investasi adalah cara pertama untuk melawan inflasi. Jadi setidaknya kita perlu melakukan beberapa upaya agar nilai mata uang tetap seimbang dengan inflasi,” kata Firman di Allo Invest ke Kampus, Selasa (2/8/2022).

Firman mengatakan inflasi atau kenaikan harga komoditas meningkat sebesar 91,14% dalam 10 tahun. Jadi, ketika biaya hidup saat ini Rp 5 juta per bulan, akan naik menjadi Rp 9,5 juta per bulan.

“Atau kebutuhan biaya pendidikan saat ini Rp 8 juta per bulan, 10 tahun kemudian menjadi 20 juta atau meningkat 150%, baik masuk SD maupun SMP,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, saat ini ada berbagai instrumen investasi, seperti saham, obligasi, dan deposito. Adapun ketiga instrumen investasi tersebut, deposito berjangka memberikan risiko yang lebih kecil dibandingkan instrumen lainnya.

“Obligasi memiliki risiko yang lebih besar daripada deposito dan risiko yang lebih kecil dibandingkan saham. Dari ketiga saham tersebut, risikonya lebih besar dari obligasi dan deposito, namun imbal hasilnya lebih tinggi,” kata Firman.

Sementara itu, instrumen investasi saat ini semakin berkembang dengan hadirnya forex, A non-fungible token (NFT), Crypto, dan Bitcoin. Namun, instrumen investasi ini memiliki risiko yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, bagi para pemula atau generasi muda, Firman menyarankan untuk memilih instrumen investasi yang berisiko rendah, meski menawarkan imbal hasil yang lebih rendah dibandingkan instrumen investasi lainnya.

“Karena investasi saat ini umumnya kripto, saham, NFT, lebih fluktuatif. Untuk saham bisa untuk trading dan investasi jangka panjang. Tapi kalau crypto atau forex, disarankan untuk trading karena terlalu fluktuatif,” kata Firman.

Leave a Reply

Your email address will not be published.