BAHAYA! Duduk Terlalu Lama Berakibat Penggumpalan Darah di Kaki

Posted on

TombolEnter.com – Tidak banyak yang menyadari bahwa duduk terlalu lama juga dapat menyebabkan penggumpalan darah di kaki, terutama di bagian paha atau betis. Gumpalan darah sebenarnya normal, tetapi bisa mematikan jika memburuk dan tidak ditangani dengan benar.

Pelajari lebih lanjut tentang beberapa gejala dan penyebab pembekuan darah di kaki, dan cara menghindarinya.

Mengapa duduk terlalu lama menyebabkan pembekuan darah di kaki?

Mengapa duduk terlalu lama menyebabkan pembekuan darah di kaki

Bekuan darah yang terjadi di salah satu pembuluh darah utama dalam tubuh dikenal sebagai deep vein thrombosis (DVT).

Ketika ada zat atau partikel asing yang menghalangi darah mengalir normal atau membeku dengan baik, hal ini dapat menyebabkan pembekuan darah di kaki.

Ketidakseimbangan kimiawi dalam proses pembekuan darah juga dapat menyebabkan darah menggumpal. Selain itu, masalah pada katup vena juga membuat darah sulit untuk kembali ke jantung.

Trombosis vena dalam (DVT) terkadang terjadi tanpa alasan yang jelas. Namun, risiko penggumpalan darah di kaki bisa meningkat pada situasi tertentu, seperti saat Anda duduk terlalu lama.

Duduk berjam-jam membuat aliran darah terhambat di tubuh bagian bawah. Hal ini menyebabkan darah terkumpul di sekitar pergelangan kaki dan menyebabkan pembengkakan pada varises.

Kondisi ini kemudian menyebabkan pembekuan darah.

Darah yang terkumpul biasanya tidak perlu dikhawatirkan karena ketika Anda mulai bergerak, aliran darah akan mulai bergerak dengan sendirinya secara merata ke seluruh tubuh.

Namun, jika Anda tidak dapat bergerak untuk waktu yang lama, seperti mengalami kelumpuhan, setelah operasi, atau selama perjalanan panjang, aliran darah dapat melambat.

Aliran darah yang lambat dapat meningkatkan risiko pembentukan gumpalan darah di kaki.

Siapa yang berisiko mengalami pembekuan darah di kaki?

Seperti DVT pada umumnya, risiko Anda mengalami pembekuan darah di kaki juga meningkat jika Anda atau keluarga dekat Anda pernah menderita DVT, dan/atau memiliki salah satu dari kondisi berikut.

  • Kegemukan atau obesitas.
  • Kebiasaan merokok.
  • Dehidrasi.
  • Hamil.
  • Cedera pada pembuluh darah.
  • Berusia di atas 60 tahun, terutama jika Anda memiliki kondisi yang membatasi pergerakan.

Pembengkakan, kemerahan, nyeri yang menyerupai kram otot yang parah, sensasi hangat, dan area yang nyeri merupakan tanda adanya bekuan darah di kaki, apalagi jika gejala tersebut hanya terjadi pada satu kaki.

Anda lebih cenderung memiliki benjolan hanya di satu kaki daripada di keduanya. Namun, pembekuan darah di kaki juga bisa terjadi tanpa gejala apapun.

Seperti dilansir dr Andrei Kindzelski dari National Institute of Health, sekitar 30-40% kasus DVT di kaki tidak diperhatikan oleh penderitanya karena tidak menimbulkan gejala.

Pada beberapa orang, kondisi ini baru diketahui setelah mengalami komplikasi yang lebih serius.

Apakah penggumpalan darah di kaki bahaya?

Apakah penggumpalan darah di kaki bahaya

Gumpalan darah normal dan pada dasarnya tidak berbahaya. Ini diperlukan untuk mencegah Anda kehilangan banyak darah dalam situasi tertentu, seperti saat Anda terluka.

Biasanya, tubuh Anda secara alami akan melarutkan bekuan darah setelah cedera sembuh.

Namun, terkadang pembekuan darah dapat terjadi tanpa cedera atau menetap.

Ketika gumpalan darah ini pecah dan menyebar ke bagian lain dari tubuh, itu bisa berbahaya.

Bekuan darah di kaki yang bergerak menyumbat paru-paru dapat menyebabkan emboli paru.

Emboli paru adalah komplikasi DVT yang paling serius dan bisa berakibat fatal jika Anda tidak mendapatkan bantuan medis sesegera mungkin.

Gumpalan darah kecil mungkin tidak menimbulkan gejala apapun. Namun, jika cukup besar, gumpalan darah dapat menyebabkan nyeri dada dan kesulitan bernapas.

Gumpalan darah besar dapat menyebabkan kerusakan paru-paru dan menyebabkan gagal jantung. Sekitar satu dari 10 orang dengan DVT yang tidak diobati akan mengalami emboli paru yang parah.

Ketika gumpalan darah di kaki keluar ke arteri jantung atau otak dan menyumbatnya, hal itu dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke jika gumpalan darah tiba-tiba pecah.

Bagaimana cara mencegah penggumpalan darah di kaki?

Cara paling efektif untuk mencegah penggumpalan darah di kaki karena duduk terlalu lama adalah dengan mengurangi duduk dan mulai banyak bergerak.

Berikut beberapa upaya yang bisa dilakukan.

1. Lebih Banyak Bergerak

Jika sudah terlalu lama duduk di tempat kerja, disarankan untuk melakukan olahraga ringan dengan melakukan gerakan-gerakan sederhana.

Ambil contoh, sesekali Anda bisa bangun dan berjalan-jalan, seperti ke kamar mandi, mengambil air minum, atau jalan-jalan sore mencari jajanan.

Lebih baik lagi jika Anda menggunakan tangga untuk menuju kantor daripada menggunakan lift. Anda juga bisa memberikan tempat duduk Anda kepada seseorang yang lebih membutuhkannya saat berada di transportasi umum.

Saat melakukan perjalanan jauh dengan transportasi umum, seperti pesawat atau kereta api, sesekali berdiri dan berjalan di dalam kendaraan jika memungkinkan.

Juga, lakukan peregangan kaki di kursi Anda. Jika bepergian dengan kendaraan pribadi, usahakan menepi setiap 1-2 jam untuk meregangkan kaki sebentar.

2. Rajin minum air putih

Sering minum air putih dapat meningkatkan aliran darah sehingga membantu Anda mengurangi risiko pembekuan darah.

Hindari juga kopi dan alkohol karena berisiko dehidrasi yang menyebabkan pembuluh darah menyempit dan darah menebal.

Akibatnya, Anda lebih mungkin mengalami pembekuan darah di kaki.

3. Berolahraga secara teratur

Usahakan juga untuk berolahraga secara rutin setiap hari. Jalan kaki, berenang, dan bersepeda adalah contoh kegiatan yang baik untuk menjaga kelancaran peredaran darah.

Olahraga juga dapat membantu Anda mengelola berat badan. Anda dapat menyeimbangkan ini dengan makan makanan rendah lemak, tinggi serat, dan dengan banyak sayuran dan buah-buahan.

4. Berhenti merokok

Kebiasaan merokok dapat mempengaruhi proses pembekuan dan aliran darah. Oleh karena itu, sebaiknya hentikan kebiasaan ini agar terhindar dari penggumpalan darah di kaki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *