Penyebab Tren Nilai Nominal Saham IPO Sekarang Jadi Kecil

Penyebab Tren Nilai Nominal Saham IPO Sekarang Jadi Kecil

Posted on

TombolEnter.com – Tren penerbitan saham IPO dengan nilai nominal kecil di Bursa Efek Indonesia (BEI), mengapa?

Saat ini, PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menjadi emiten dengan nilai nominal terkecil Rp. 1 per saham. Hal ini dilanjutkan oleh emiten teknologi lainnya, yakni PT WIR Asia Tbk. (WIRG) yang menetapkan nilai nominal Rp 5 per saham.

Terakhir, PT Mandiri Mineral Perkasa Tbk. (NPII) yang memberikan nilai nominal saham baru sebesar Rp2 per saham. Ketiganya termasuk dalam perusahaan dengan aset berskala besar, karena memiliki aset lebih dari Rp. 250 miliar bila mengacu pada POJK no. 53.

Dalam prospektusnya, GOTO tercatat memiliki total aset sebesar Rp. 148,21 triliun. Sedangkan WIRG memiliki Rp 302 miliar dan NPII Rp 306 miliar. Selain ketiga perusahaan tersebut, ada juga emiten potensial dalam pipeline IPO dengan nilai nominal yang rendah.

Diantaranya adalah PT Hoffmen Cleanindo Tbk. (KING) dengan nilai nominal Rp. 20, PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk. (OLIV) Rp10, dan PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk. (ASHA) Rp10.

Sebagai perbandingan, PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO), emiten baru yang tercatat di papan akselerasi, menawarkan harga IPO setara dengan nilai nominal sahamnya Rp 100. Selain itu, PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (PGJO), yang merupakan pionir dewan khusus emiten kecil ini juga telah menetapkan nilai nominal saham Rp 80,-.

Sebagai informasi, papan percepatan adalah papan pencatatan yang disediakan oleh BEI untuk mencatatkan saham emiten dengan aset skala kecil atau emiten dengan aset skala menengah sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 53/POJK.04/2017 tentang Pendaftaran. Pernyataan Dalam Rangka Penawaran Umum dan Penambahan Modal.

I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), mengatakan pihaknya tidak pernah mengatur nilai nominal saham calon emiten yang ingin IPO. Menurut dia, dalam peraturan Bursa Nomor I-A yang diterbitkan pada 21 Desember 2021, Bursa hanya mengatur harga saham minimum pada saat pencatatan perdana.

Penetapan harga nominal merupakan langkah strategis bagi setiap perusahaan yang akan melakukan IPO saham. Jika perusahaan akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), maka harga sahamnya minimal Rp 100 untuk main board dan development,” ujarnya, Minggu malam (22/5/2022).

Adapun harga saham di papan akselerasi minimal Rp50 sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa Nomor I-V yang diterbitkan pada 22 Juli 2019. Menurut dia, berdasarkan data BEI sejak 2019, sudah ada perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa. BEI dengan nilai nominal di bawah Rp100 per saham.

Nyoman mengatakan perusahaan-perusahaan tersebut memiliki aset kecil, menengah, dan besar. Sebagaimana diatur dalam Peraturan I-A, perhatian Bursa adalah harga saham pada saat pencatatan perdana.

Ia berharap investor ritel terus berpartisipasi dalam penawaran umum perdana dengan harga terjangkau.

“Beberapa perusahaan menggunakan nilai nominal yang relatif rendah mengingat harga saham yang ditawarkan pada saat IPO menjadi terjangkau bagi investor ritel. Dengan harga yang terjangkau ini, diharapkan investor ritel dapat ikut serta dalam IPO saham Perseroan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.